Standar

Hari Terakhir


Ada yang mengkritisi paradigmaku hari ini. Hahaha. Honestly, it is not a cynical laugh. Although it might sound cynical when you really hear me laughing here.

Ada semacam perasaan senang saat membaca message dari seorang teman siang ini. Mengkritisi paradigmaku. Dia bilang aku ini kolot, egois, dan gengsian. Hahaha percaya tak percaya, postingan ini kutulis sambil cekikikan =D

Kesalkah ? Tidak, sedikitpun tidak.

Tersinggung ? Sama sekali tidak.

Dia juga bilang aku orang yang NATO, no effort.

Kalau orang lain yang dengar, mungkin teman itu sudah digaplok pakai rotan sampai pingsan.  Hahaha =D

But, thanks anyway for that dearest friend. Seperti yang kukatakan padanya barusan, aku memang perlu ditegur. Perlu dikritisi dan memang sedang ingin dicerca. Akhir-akhir ini terlalu banyak pujian yang membuatku sedikit lupa pada prinsip-prinsip utama yang selama ini melekat erat di benakku, terutama soal effort tadi.

Masalah dimulai saat aku tanpa sengaja mendiamkan seorang teman. Sama sekali tidak bermaksud mendiamkan sebenarnya. Hanya entah sejak kapan dia tidak menghubungiku lagi dan akupun tidak menghubunginya. Entah malas, entah memang gengsi, entah aku yang suka sok sibuk selama ini. Hal ini kemudian berlanjut hingga berbulan-bulan lamanya.

Sering ada rasa tak nyaman. Sering aku ingin menghubunginya, entah itu dengan telepon atau sekedar sms biasa saja. Namun entah mengapa tak kunjung kulakukan. Sesekali dia menghubungiku, namun komunikasi kami kembali terputus begitu saja. Bahkan saat inipun, saat entah bagaimana komunikasi kembali terjalin dan dia dengan berapi-api mengkritisi paradigmaku, kami hanya saling bicara melalui message facebook. Padahal bisa saja dengan mudah aku meneleponnya atau bagaimanalah.

Lucu ? Memang.

Konyol ? Iya.

Unik ? Sangat, menurutku.

Hal inipun sudah kuutarakan padanya siang ini, hanya lewat message facebook. Semalam aku sempat mengirim sms untuknya. Tahukah anda apa yang kukatakan padanya ? Isi sms itu hanya mengabarkan bahwa saya, Mey, sudah membalas messagenya di facebook. Hahaha ya ampun (lol)

Sebenarnya ada apa ini ? Mengapa lidahku jadi kelu dan tanganku mendadak lumpuh. Entah sejak kapan aku berubah autis dan apatis, hanya gemar berkomunikasi dengan tulisan. Bukan tidak mau berkomunikasi dengan kata – kata, hanya saja ada perasaan takut. Entah takut, entah bimbang. Rasanya aku kehilangan pegangan saat berhadapan dengan orang lain.

Tak terhitung berapa kali aku menolak ajakan bertemu dengan orang lain, sekalipun sebagian besar orang yang mengundang adalah teman-teman baikku sendiri. Bukan karena aku sombong atau mungkin malas, hanya saja ada perasaan takut dan bimbang. Entah mengapa.

Dan sekarang, setelah mendengarkan cercaan halus dari seorang teman tentang paradigmaku yang kolot dan perilakuku yang tampak no effort, aku mulai menyadari satu hal dan memikirkan beberapa hal. Bukan hal baru memang, hanya beberapa hal lama yang sempat terlupakan.

Effort dan tindakan aktual, sekalipun sangat kecil dan tidak terlalu tulus, kenyataannya jauh lebih berarti daripada segumpal kata-kata dan sebongkah perasaan yang sekedar disimpan dalam hati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s