Mey dan Mawar (bukan nama sebenarnya)


BAGIAN I Ilustrasi

ini adalah ilustrasi dari peristiwa yang terjadi antara saya, Mey, dan teman saya, Mawar (nama samaran), di suatu tempat yang juga disamarkan.

anggap saja peristiwa ini terjadi di ABC Gym, tempat saya, mawar, dan teman – teman saya lainnya biasa fitness bersama.

MAWAR : mey, sini deh. ada yang pengen aku ceritain ke kamu.

MEY : apaan war?

MAWAR : gini mey, tadi mbak melati (nama samaran, anggap saja salah satu instruktur di ABC Gym) cerita ke aku. katanya dia bete ke kamu, soalnya gaya ngomongmu ketus mey. rada bentak – bentak gitu. mbak melati juga bilang ke aku, emang bener sih kalo dia cuman instruktur di sini. tapi dia kan juga punya perasaan dan pastinya ga suka dibentak – bentak. parahnya mey, ujung – ujungnya dia minjem duit coba ke aku. buset dah…

MEY : hmm. kalo dari aku ya war, aku ga pengen ngomong banyak – banyak deh. kamu tau sendiri, meskipun aku sering nongkrong bareng anak – anak di sini, aku tuh jarang banget kontak langsung ama instruktur – instruktur di sini. kalaupun aku butuh apa – apa, aku juga banyakan titip ke anak – anak. tapi yah kalo emang katakanlah aku ada khilaf, aku minta maaf ke dia lewat kamu deh. kalo yang perkara duit itu, ati – ati aja. yah kalo kamu ada, pinjemin. kalo ga ada, ya jangan diada – adain.

(percakapan selanjutnya tak terlalu penting untuk ditampilkan)

BAGIAN II Konklusi

apa yang kupikirkan tentang masalah ini? sebenarnya cukup banyak.

sama sekali tak bermaksud membesar – besarkan masalah. kejadian hari ini memang benar –  benar kuanggap sebagai pencerahan pemikiranku. aku harus realistis. aku harus waspada. bahkan mungkin terhadap teman – teman terdekatku sendiri.

mengapa begitu? karena keadaan. dan realita. sebelumnya, aku termasuk orang yang sangat tidak bisa bernegative thinking ke orang yang sudah kuanggap teman. karena kejadian hari ini, bisa dianggap klimaks dari beberapa kejadian yang kualami sebelumnya, dan aku pun dihadapkan pada kondisi di mana saya harus realistis. realistis terhadap hidup. realistis terhadap adanya orang – orang yang mungkin kurang bijaksana dalam menghadapi perbedaan. perbedaan karakter, perbedaan kebiasaan, perbedaan lingkungan, perbedaan takdir, dan lain – lain.

tak hanya itu saja. ada pencerahan lain yang berkaitan dengan pemikiran – pemikiran pribadi dan masa laluku.

singkat kata, seperti ini gambarannya. selama hidup, banyak hal buruk yang aku alami yang entah mengapa sebagian besar berhubungan dengan wanita. hal ini membuatku sedikit trauma berhubungan dekat dengan wanita. karena bagiku selama itu, wanita bisa berubah jadi sangat menakutkan apabila dihadapkan pada persoalan cinta dan materi. kejam, sangat serakah, makhluk yang kepuasannya tak terbatas.

tetapi setelah aku melewati masa – masa terendahku, dan aku mengenal dekat lebih banyak orang, perlahan trauma itu berkurang. aku mulai mempercayai wanita – wanita yang ada di sekitarku, mempercayai orang – orang yang ada di sekitarku, mempercayai lingkunganku, dan yang terpenting, aku lebih mempercayai diriku sendiri.

semangat positif itu selalu kurasakan sampai akhir – akhir ini. bukan akhir – akhir ini mungkin, tepatnya sekitar 1 tahun terakhir ini. banyak kejadian, dari yang sepele hingga yang ekstra menguras perhatian, yang menurunkan semangat positifku. pada dasarnya memang aku lemah terhadap teman. lemah dalam artian aku paling tidak bisa bernegative thinking pada orang yang sudah aku anggap teman. dan aku tetap lemah seperti itu sampai hari ini. saat terjadinya kejadian yang membawa pencerahan dalam benakku.

kejadian ini memang bobotnya sangat sepele. namun ini adalah klimaksku. titik terjenuh di mana aku harus benar – benar realistis memandang hidup. memandang perbedaan karakter masing – masing individu. dan menerima bahwa tidak semua orang bisa menerima perbedaan. tidak semua orang menyukai perbedaan. dan yang terpenting, tidak semua orang bisa bersikap bijaksana dalam menghadapi perbedaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s