Mimpi dan Harapan


 

Hanya sedemikiankah batas antara mimpi dan harapan? Begitu tipiskah? Dan setipis itu jugakah harapan yang pernah kupertaruhkan padamu? Pada kita, tepatnya.

Aku bermimpi memandangmu berdiri di kejauhan. Aku bermimpi dirimu memandangku dalam diam. Aku bermimpi kau mendekat dan mendekapku. Aku bermimpi seseorang menggamit lenganku, dan itu dirimu. Berdiri begitu dekat denganku. Berbisik di telingaku,”Inilah kita, diriku dan dirimu, saat ini dan selamanya.”

 

Aku membuka mata dan berpikir. Mimpi, harapan, realita. Pada titik mana aku berada. Pada titik mana kita tengah melangkah.

Dan kurasakan air mata dan peluhku menyentuh benakmu. Seperti kurasakan kebimbanganmu membelai batinku yang tengah  goyah.

Bagaimana rasanya menjadi berbeda? Seperti aku yang juga berbeda. Bagaimana rasanya memiliki teman dalam perbedaan? Seperti aku yang selalu menemanimu. Bagaimana rasanya dimengerti? Dimengerti dan saling mengerti. Sekali lagi kurasakan kehadiranmu dalam keheningan.

Begitu banyak yang terasa dalam batinku, begitu ramai suara yang bergumam di benakku, tentangmu. Namun…

Ini mimpiku, juga harapanku, itu dirimu.

 

Sumber gambar:

http://keluargamustaqim.blogspot.com

http://icelatestory.wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s