Aina Melukis Langit


Di sanalah Aina

terbaring di tengah padang rumput hijau

merajut mimpi dalam sepi

memejamkan matanya

merenda harap dalam gelap

arakan awan membayangi

tameng dari sengatan matahari

sementara Aina melukis langitnya sendiri

D sanalah Aina

berkutat dalam hening

berkubur dalam sunyi

autis dengan pola pikirnya sendiri

apatis, namun anti hipokrit dan bukan hedonis

sibuk melukis langitnya sendiri

Di sanalah Aina

merangkai mimpi dan harapan dalam nyata

merangkai khayalnya dalam realita

membentengi diri dari takhayul

melindungi benaknya dari ilusi maya

tanpa ada Arjuna yang mengecup mesra keningnya

juga tanpa Sadewa yang menepuk bahunya kala sedih

Aina sendiri

dan melukis langitnya sendiri

2 thoughts on “Aina Melukis Langit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s