Aina dan Aro


“Pemandangan yang indah, Aro…”
“Ya, Aina…”
“Dulu Pras pernah bilang akan mengajakku ke tempat seperti ini. Bukit dengan rerumputan hijau yang lapang, tempat aku dapat berbaring dan berkeluh kesah setiap saat. Tetapi…”
“Tetapi apa, Aina?”
“Tetapi semua terjadi begitu cepat. Aku tak menginginkannya di saat ia menginginkanku. Dan ketika aku berusaha menerima kehadirannya, ia tak lagi menginginkanku…”
“Lalu, Aina?”
“Lalu aku membiarkan Pras pergi…”
“Kau mencintainya, Aina?”
“Iya…”
“…”
“Hanya sebatas sahabat, Aro. Haha. Jangan salah sangka. Aku tidak akan pernah bisa mencintai orang lain lagi, kecuali…”
“Apa, Aina?
“…”
“Aina, kau…”
“Tenang, aku tidak apa-apa. Aku baik-baik saja, Aro. Hanya saja, dadaku selalu terasa nyeri dan sesak sejenak setiap memikirkannya. Dia Fano. Ya, Fano…”
“Dia siapa, Aina?”
“Dia, seorang lelaki. Teman kuliahku. Suka sekali memakai jins belel dan jaket hoodie. Dia, entahlah, aku selalu merasa Fano adalah belahan jiwaku. Hadiah terindah dari Tuhan yang hanya diperuntukkan padaku…”
“…”
“Dia, yah one of a kind, satu dari sangat sedikit orang yang cukup bisa memahami dan menebak jalan pikiranku.”
“…”
“Belum pernah aku merasa sebahagia saat itu, saat Fano ada di dekatku. Saat dia membisikkan kata-kata yang sudah lama kunantikan.”
“Apa itu, Aina?”
“I love being submerged in your contradiction, dear, although we played in the dirt. Entah sejak kapan aku menginginkanmu sebesar aku tak bisa terlepas dari Tia.”
“Tia?”
“Istri Fano. Itulah sebabnya, sekuat apapun keinginanku untuk memilikinya, segetir apapun perasaan Fano ketika aku pergi, sehancur apapun kami saat ini, bagaimana pun juga, aku tak bisa memiliki Fano.”
“…”
“Aku tak bisa memilikinya saat ini, bahkan mungkin selamanya…”
“…”
“Aku pun tak pernah bisa mengizinkan orang lain menempati posisi Fano di hatiku, bahkan di sampingku.”
“Pras?”
“Aku tak pernah mencintainya sebesar ia mencintaiku, Aro. Pras adalah sahabat baikku. Yah setidaknya sampai saat ini aku menganggapnya begitu.”
“…”
“Kau tahu, Aro? Kadang, aku bisa melihat kepingan-kepingan masa depan. Tidak banyak, tidak selalu jelas, tetapi kadang aku bisa melihat dan merasakannya. Kau tahu, aku meramalkan satu atau dua kejadian setiap harinya. Dulu kupikir Pras bisa dijadikan tempat bersandarku. Ternyata tidak semua hal yang kuramalkan menjadi kenyataan…”
“…”
“Entah sejak kapan Pras mulai menginginkanku seperti lelaki-lelaki lain di luar sana. Aku tidak suka, Aro. Dan benar saja, perasaan Pras merusak segalanya.”
“…”
“Yah, entahlah, mungkin aku yang merusak segalanya. Aku tak tahu, Aro. Aku bingung.”
“…”
“Aku bingung dan kelelahan. Perasaanku pada Fano, keinginanku memilikinya, bayang-bayang masa lalu…”
“…”
“Mungkin segalanya akan lebih mudah jika saja dulu aku tidak pergi meninggalkan Fano. Seharusnya kubiarkan saja Fano menandatangani surat permohonan cerai itu. Tetapi, aku tak sanggup mengkhianati nuraniku sendiri…”
“…”
“Dan kini, hanya tinggal aku, hanya tinggal aku…”
“Kau tidak pernah sendiri, Aina.”
“Yah, faktanya memang selalu saja ada banyak orang di sekitarku. Menepuk lembut bahuku, menenangkanku, menghibur dan membuatku tertawa. Dan aku sangat berterima kasih, Aro, sangat bersyukur. Tetapi, kau tahulah, bukan itu yang kumaksud…”
“…”
“Hari ini kau banyak terdiam, Aro…”
“…”
“Aro?”
“Aku mencintaimu, Aina.”
“Aro, aku…”
“Aku tidak memintamu menjawab apapun, juga tidak akan menjanjikan apapun padamu.”
“Lalu?”
“Hanya itu saja. Aku ingin berkata, aku mencintaimu.”
“…”
“Seperti angin yang selalu membelai dan mendekap erat rerumputan hijau ini, aku mencintaimu.”
“…”

(Aina and Aro don’t exist. It’s just a story. 040211)

Posted with WordPress for BlackBerry.

One thought on “Aina dan Aro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s