Sekilas tentang Lease Financing


Lease adalah perjanjian antara lessor (pemilik aset) dengan lessee (individu / institusi) di mana lessor menyerahkan hak kepada lessee untuk menggunakan suatu aset selama periode tertentu yang disertai dengan serangkaian kesepakatan pembayaran, sehingga lessee dapat menggunakan aset tersebut tanpa harus memiliki (bertanggung jawab atas kepemilikan aset tersebut).

 

Operating lease adalah perjanjian lease jangka pendek (jangka waktunya lebih pendek dari usia produktif aset). Pihak lessor menanggung sebagian besar tanggung jawab kepemilikan, meliputi pemeliharaan, pajak, asuransi, dan sebagainya. Adanya perjanjian operating lease ini tidak mempengaruhi neraca.

 

Financial lease (atau capital lease) merupakan perjanjian lease jangka panjang dengan ketentuan pihak lessee melakukan serangkaian pembayaran yang jumlahnya setara atau bahkan melebihi harga pembelian aset yang disepakati. Total arus kas dari pembayaran lease, total tax savings, dan nilai residu dari aset pada akhir masa perjanjian lease diharapkan akan cukup untuk mengembalikan investasi pihak lessor dan menghasilkan profit. Pada perjanjian financial lease, tanggung jawab atas kepemilikan aset (seperti pemeliharaan, pajak, asuransi, dan sebagainya) ditanggung oleh pihak lessee. Berbeda dengan perjanjian operating lease, perjanjian financial lease ini tidak dapat dibatalkan secara sepihak, dan kalaupun batal, pihak lessee harus membayar penalty sesuai dengan jumlah yang disepakati.

 

Suatu perjanjian lease dianggap sebagai financial / capital lease jika memenuhi ketentuan berikut (Financial Accounting Standards Board) :

  1. hak milik aset diiberikan kepada pihak lessee pada akhir masa perjanjian lease.
  2. perjanjian lease berisi opsi / pilihan kepada pihak lessee untuk membeli aset pada harga yang sangat rendah.
  3. jangka waktu perjanjian lease lebih lama atau minimal setara dengan usia produktif aset.
  4. present value dari total pembayaran lease lebih besar atau minimal setara dengan 90 % dari nilai fair aset.

 

Sale and leaseback dapat diilustrasikan sebagai berikut : PT. A (lessee) menjual aset kepada PT. B (lessor). Kemudian PT. A membuat perjanjian lease dengan PT. B untuk menyewakan (to lease) aset yang dijual tadi. Dalam hal ini, pihak lessee mendapat keuntungan berupa suntikan dana untuk membiayai aktivitas perusahaan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s