Lelaki – lelakiku


Nama : Aina Aurora

Usia : 20 tahun 11 bulan

Jenis kelamin : female, physically + 75% mentally

Kesibukan : menulis dan berpikir tanpa henti

Status hubungan : kacau, tidak jelas, positif menjalin kedekatan dengan beberapa lelaki, masing – masing memberi pengaruh yang absurd (konteksnya positif) baik secara parsial maupun simultan

***

FANO

Dua + dua pertiga tahun yang berkesan. Ada geram, jengkel, penasaran, kekaguman, rindu, cinta, sedih, kesal, kecewa, yang ditutup dengan satu sensasi unik “un-explainable” yang lumrah disebut orang sebagai “rasa ikhlas”

Salah satu orang yang paling luar biasa, hubungan yang sejauh ini paling luar biasa, dibumbui dengan dinamika perasaan yang luar biasa dinamis dan don’t know why luar biasa susah dilupakan. Satu lagi, kisah tentang Fano luar biasa susah digambarkan dengan gamblang menggunakan kata ganti orang ketiga (if readers know what I mean).

Here is a nice letter from someone, somewhere…

“Sebagian orang mengatakan bahwa saya lebih mirip seorang badut kelas daripada seorang calon ekonom. Sebagian lagi berpendapat bahwa saya ini seorang wanita luar biasa dengan pola pikir yang sangat maju. Sebagian kecil menganggap saya ini kacau dan sedikit mengalami gangguan jiwa. Dan sisanya menyayangi saya apa adanya (dedicated to my family dan segerombolan orang – orang yang cinta mati + buta pada saya).”

“Yah, saya ini seorang pemikir, that’s a fact about me. Saya selalu berpikir sistematis dan logis, sangat bahkan terlalu sistematis dan logis kadang – kadang, this is an opinion karena hal ini berlaku hanya saat otak saya fresh, masih bekerja dalam kapasitas produksi normal. Saya sering bertindak gila, acak adul, serampangan, well this is an information. Kesimpulan yang saya bikin sendiri, berdasarkan hal – hal yang terjadi ketika kapasitas produksi dalam otak saya sedang low, super low.”

“Ketika saya patah hati, 3 item di atas terjadi bergiliran dengan luar biasa dinamis dan memberikan sejuta pengalaman yang luar biasa berkesan. Sayangnya, ada satu hal yang mengganjal, ada satu hal yang belum terjawab. Yaitu, sudah berjalan sejauh ini, dengan sejuta pengalaman yang luar biasa berkesan, ada satu jenis perasaan yang belum bisa dirasakan. Yaitu (lagi), rasa ikhlas. Why oh why?”

“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, hal itu sudah terjawab.

Kebahagiaan sejati adalah ketika kita tersenyum dan orang – orang di sekitar kita juga tersenyum. Jika orang – orang di sekitar kita tidak tersenyum, namanya bukan kebahagiaan sejati, sekedar penyangkalan logis dari sekumpulan orang apatis.

“Yah, rasa ikhlas itu belum juga datang karena aku belum mengerti mengapa hubungan ini tidak bisa berlanjut. Dan akhir – akhir ini aku mulai mengerti. Aku yang memberinya landasan pemikiran untuk meninggalkanku. Tanpa kusadari, aku sendiri yang membuat hubungan ini tidak berlanjut. Ironis…

“Entahlah, mungkin hubungan ini memang ditakdirkan tidak berlanjut atau dia yang tidak ingin melihatku menjadi apatis. Entah mana yang benar, tetapi rasa ikhlas ini perlahan muncul setetes demi setetes.”

Surat dari someone dan somewhere ini cukup sukses menggambarkan Aina dan Fano.

***

PRAS

Blank. *LOL*

Tidak ada rasa senang yang terlalu senang. Tidak ada rasa sedih yang terlalu sedih. Semua datar – datar saja. Sebagian besar terisi dengan kekesalan, keheranan, ke-tidak habis pikir-an, et cetera.

Semua yang berawal dari pertemanan, seharusnya berakhir dengan pertemanan juga, jika kita berhubungan dengan orang yang ‘tepat’.

***

ARO DAN ABI

Mungkin (semoga saja banyak) yang heran dan bertanya – tanya mengapa Aro dan Abi diletakkan pada chapter yang sama. Alasannya :

  1. Mereka belum (belum, bukan tidak) memegang peran penting dalam kisah Aina.
  2. Tidak banyak hal yang bisa diungkapkan tentang Aro dan Abi. Kalau tiap orang diceritakan dalam sub-chapter yang berbeda bisa membosankan.
  3. Catatan dari penulis : I think Abi isn’t a ‘correct’ name. I should’ve named him Galih (tidak ada korelasi dengan sepupu jauh saya, Galih Wicaksono) or Iman (tidak ada korelasi dengan teman sejurusan saya, Mu’ammal Imanuel).

Aro dan Abi adalah newcomers dalam kisah Aina. Memberi warna yang berbeda, selain hitam, putih, abu – abu, dan merah darah.

***

AINA AURORA

Lelaki – lelakiku // Bagai nyala lilin kecil // Memberi kehangatan di tengah kelembaban padang rumput // Memberi sengatan – sengatan kecil di ujung jari // Yang pada masanya membakar habis, sedikit demi sedikit, perlahan – lahan, menggerogoti kesadaran

4 thoughts on “Lelaki – lelakiku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s