Aku Patah Hati


Sepi adalah sahabat terbaikku

Best friend of my best friends

Dalam gelak tawa, ada sepi

Di sela omelan ibu atau ceramah pengajar, ada sepi

Di antara gemericik air hujan, ada sepi

Tempatku berkeluh kesah dalam diam dan gundah

Hampir dua tahun berlalu dari saat itu

Saat pertama kali aku jatuh cinta

He’s not poor. He isn’t a millionaire, either.

Bukan mahasiswa yang ber-IPK cum laude

Bukan mahasiswa yang rajin di kelas atau punya jabatan tinggi di organisasi

Juga tidak berasal dari keluarga terkemuka seperti yang selalu diinginkan setiap keluarga

Selera bacaannya, selera musiknya, juga bukan yang paling ku suka

Tetapi…

Entah bagaimana Tuhan mengaturnya…

Dia orang pertama yang membuatku bertengkar dengan sepi

Untuk pertama kalinya, saat-saat itu, aku tidak pernah merasa kesepian

Aku mulai melakukan hal-hal yang sebelumnya tak pernah terpikir untuk ku lakukan

Dia pun melakukan hal-hal yang biasa ku lakukan, yang sebelumnya tak pernah dia lakukan

Kami mulai menonton acara televisi yang sama, membaca buku yang sama, mendengarkan musik yang sama

Perlahan membangun dunia milik kami sendiri

Membicarakan hal-hal yang kami mengerti sendiri

Aku… sangat bahagia…

Di balik sikap berandalan itu, dia dekat dengan keluarga, hal ini membuatku rindu pada keluarga yang dulu pernah dekat sekali denganku

Dia bilang, dia suka berada di rumahku, hal ini membuatku bertekad untuk pulang, untuk pertama kalinya, setelah sekian lama

Aku… sangat bahagia…

Suatu hari, aku terjaga dari mimpi

Aku sadar, sebesar apapun cintaku padanya

Dan sebesar apapun cintanya padaku

Aku tidak mungkin memilikinya

Dia tidak sendiri

Bahkan sejak sebelum aku mengenalnya, dia sudah tidak sendiri

Sekalipun wanita itu lenyap dari dunia ini

Aku tak berani berangan-angan akan memilikinya

Sudah kukubur dalam-dalam, angan-angan itu dalam hatiku

Haruskah aku tetap menunggu?

Aku patah hati…

Dan aku akan tetap menunggu hingga hari itu tiba

Aku mencintaimu…

Dan aku menunggu…

Karena itu, selama itu, aku patah hati…

2 thoughts on “Aku Patah Hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s