Standar

I’m Not an Alien, I’m just a Worker


Hmmm, satu bulan. Yah, kurasa sekitar satu bulan, mungkin lebih sedikit, mungkin kurang sedikit. Waktu begitu cepat berlalu saat kita mendadak dapat kesibukan berlebih, saat kita mulai bermetamorfosis dari sesosok bed-aholic menjadi seorang workaholic. Ya, waktu sangat cepat berlalu.

Masih tercium pekat aroma bed-aholic itu, baru beberapa hari lalu, masih di gedung yang sama. Bagaimanapun juga, hari-hari itu (sepertinya) sudah berlalu. Sudah saatnya kita memikirkan jalan kita masing-masing, kata seorang sahabat. Kadang-kadang, di sela saat-saat (mau tak mau) workaholic itu, terasa juga sindrom rindu-rutinitas-bed-aholic. Melek siang, berangkat kampus, masuk kelas, plonga-plongo, keluar kelas, nongkrong, nongkrong lagi, nongkrong lagi dan lagi, pulang, bikin tugas, tidur tengah pagi, and so on. Sayangnya, hidup berjalan dengan dramatically dynamic. Dan hidupku, berjalan dua kali lebih dinamis secara dramatis (oke, ini terjemahan ala Google Translate).

Tidak ada lagi bangun siang, apalagi tidur tengah pagi. Tidak ada lagi plonga-plongo maupun nongkrong. Dan tidak lagi ada kampus. Hidupku, sebagian besar, sekarang diisi dengan bangun subuh, berangkat kantor, kerja (sambil ngusap keringat dan geleng-geleng kepala), denger adzan maghrib, lembur, pulang, masuk angin, mandi, tidur super awal, and so on. Hidupku berubah dengan dramatis.

Well, sebagian orang bilang saya sombong, sok sibuk, cuek, dan lain-lain, dan sebagainya, et cetera. Ok, it’s normal. Untuk seorang saya yang sering terlihat cengengesan dan kekanak-kanakan, perubahan status dari seorang mahasiswa menjadi mahasiswa sekaligus karyawan secara mendadak mungkin agak unbelievable. Meskipun menjengkelkan, saya memakluminya. Saya masih seorang saya yang sangat rendah hati, tidak bermaksud untuk jadi seorang saya yang acuh. Saya hanya seorang karyawan :D

Sebagian lagi bereaksi lebih positif, sedikit lebih memotivasi. Mereka berkata,”Wah hebat ya, sudah kerja, kapan nih traktiran gaji pertama? Ati-ati kuliah macet lho, ntar ga lulus-lulus kamu.” Yah, komentar yang sungguh menyenangkan di awal, kemudian membanting dan mengguling-guling di akhir. Ini masih reaksi normal, saya juga maklum. Tidak ada maksud untuk putus kuliah (juga tidak ada niat untuk bikin acara traktiran gaji pertama). Sekali lagi, ini adalah sebuah tanggung jawab, saya hanya seorang karyawan :D

This is a new world for me. New life, new people, new activities. I didn’t mean to forget all the past. I’m trying to be responsible for every choice I’ve made. Well, I’m not an Alien, I’m just a worker :D

3 thoughts on “I’m Not an Alien, I’m just a Worker

  1. ternyata seperti itu ya suasana dunia kerja..
    aku masih baru aja kuliah..
    aku suka tulisannyaa.. :-D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s