Kelakuan Wanita Lajang yang Insomnia


Apa yang terjadi?
Ya, wanita itu akan menulis sepucuk surat, atau sebuah catatan harian yang sudah lama tak ditulisnya, atau apapun lah. Wanita itu hanya ingin menulis sesuatu.

Apa yang ditulisnya?
Entahlah. Bisa tentang apa saja, bisa tentang banyak hal. Namun, malam itu, wanita ini ingin menulis tentang seorang lelaki. Ya, seorang lelaki.

Apa yang menarik dari lelaki itu?
Ada banyak hal. Ada banyak hal menarik yang dapat dibahas setiap seorang wanita lajang menulis tentang seorang lelaki.

Dan inilah sepotong tulisan wanita lajang tersebut.

Melihatmu, mengingatmu, membuatku merasakan suatu sensasi hangat juga nyeri di saat yang sama.

Memang benar, sudah tidak ada lagi tangis dan ratapan seperti dulu. Sekarang, setiap kali mengingatmu, aku hanya terdiam, memandang kosong ke arah langit-langit kamar. Sambil terkadang, ini hanya terjadi sesekali, menitikkan air mata.

Apa kau tahu tentang semua ini? Don’t be silly, sudah tentu kau tak tahu. Sudah kusingkirkan jauh-jauh angan itu. Angan-angan ajaib bahwa sesekali kau akan mencari tahu. Aku lebih senang mengubur diri dalam dugaan bahwa kau tak pernah mencari tahu, karena kau selalu diam dan bersikap seolah tak tahu. Kukira, aku akan bertahan hidup lebih lama juga lebih baik dalam sugesti-sugesti itu.

Aku sering merasa tolol. Ternyata, menyingkirkanmu dari memoriku begitu rumit. Bahkan untuk sekadar memindahkanmu ke bagian memori tentang orang-orang yang tidak kusukai pun sangat tidak mudah.

Tahukah kau bahwa hal itu sangat ajaib? Mengingat sebegitu banyak nyeri yang kulalui, sisi ajaibnya adalah, tidak sedikitpun aku membencimu. Jika diumpamakan dalam lelucon, hatiku mungkin sudah tidak jauh berbeda dengan sepotong paha ayam gemuk yang dagingnya dikerat habis sampai ke tulang. Hatiku sudah habis.

Aku merasa hal ini sungguh ajaib. Aku merasa bahagia sekaligus teriris setiap kali mengingatmu. Aku tak membenci, juga tidak lagi mencintaimu. Aku, sebenarnya, tidak lagi ingin mengingatmu, namun entah mengapa, melupakanmu selalu terasa begitu rumit.

It kills me to see you walk beside her, adore her, and still, haven’t left her yet. It’s because of you, I can’t feel any other warmth in my heart. Yes, it’s because of you.

Logikaku berkata, sebenarnya sudah sejak 18 bulan yang lalu, untuk berhenti berharap. Bahkan jika perlu, bencilah dia sedalam mungkin, kubur saja hati ini dalam sejuta sugesti negatif (yang memang normalnya, dalam kasus-kasus lain, dapat dengab mudah kuciptakan secara sporadis). Untuk sebagian orang, rasa benci dan dendam boleh jadi sangat efektif dalam memberi suntikan semangat baru untuk ‘move on’. Rasa benci dan dendam mengalir dalam pembuluh darah bagai laju adrenalin yang mampu membuat otak bekerja sangat aktif hingga mengalami susah tidur berhari-hari.

Aku sungguh ingin melakukannya, andai aku bisa. Hanya saja, kau, sisi istimewa dalam dirimu, membuat segala sesuatu yang semula sangat normal menjadi terlalu ajaib.

Aku tidak lagi berdaya untuk berbicara pada makhluk hidup (dalam hal ini, merujuk pada manusia. Maksudnya, ada kecenderungan kuat untuk menyembunyikan kesedihan, selalu bersikap ceria nan konyol bak badut yang biasa tampil di perayaan ulang tahun balita).

Siapa yang sebenarnya tengah mempermainkanku? Kau? Aku? Dunia?

Sepertinya tebakan wanita lajang ini tidak ada yang tepat. Tidak seorangpun sedang mempermainkan ataupun dipermainkan.

Ini hanyalah, hidup. Ya, kehidupan.

Posted with WordPress for BlackBerry.

2 thoughts on “Kelakuan Wanita Lajang yang Insomnia

  1. wuih. Dalem rek. kayanya harapan sudah terkubur dalam, namun tiap malam harapan i2 muncul bagai hantu getayangan dalam kamar. Tp semakin kamu membenci semakin sulit untuk melupakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s