Wasiat Mimpi (2)


Pejamlah!
Isakmu sarat nista
Pekiklah!
Angkat dagumu!
Bilur memerah ini
penanda pergumulan kita, Matahariku

Mana yang kuasa dihajat?
Asap
pun derap
lalu lalang sekerapnya
Sayang, selimut ini sesak
Panggul aku, Matahariku

“Tersenyumlah!”
Kepak kekar sontak mengabar
Selimut ini merantaiku
Bukan
aku yang memenggal
tapak ini kusedekahkan pada bumi

Kepak teramat jumawa
rongga dadaku henti berkarya
Panggul aku, Matahari
Pusat semesta haram mencumbui fana

Bilur memerah ini
bukan penanda cita
Aniayamu
cemburui kepak-kepak fana
Sabdai aku, Matahari
aku ingin fana

Apak dan keretak derap
menjagakanku
Matahari sungguh teramat kikir
Benakku menyalang
kepak itu
setiakah mendamba yang fakir?

Kau kalah, Matahari
Semesta memihakku
kepak kekar mendambaku
Menjelma derap
meretas setapak
lebih dekat pada ujung pagi;
satu kami

Henti sejenak, Sayang
Derapmu merindu anggur
dan jewawut dalam bejana liat
Ujung pagi kokoh pada takdirnya;
satu kita

Posted from WordPress for BlackBerry.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s