Serial (11): Hujan Hidup Lagi


(Terinspirasi dari serial drama Korea The Moon That Embraces The Sun)

Pada semesta
beralas tapak mega
aku menangkapmu
Mendoa
berduka
kupu kuning luka
khusyuk gelayut telinga

Sebelah lengan menggamit tengkuk
lenganmu
merantai tapak pada bumi

Aku gagal menangkap warna
Apa yang membuatmu teramat goyah?

Tak goyah
Gerabah-gerabah
bulir hitam
bulir putih
papan patah
semayam tak ubah

Sayang
rinduku berubah;
bertambah

Terlewat pelik
Ratusan lini berbalut titik
Meski kepak lekat
tak jua tangguh menera wasiat
Teruntuk yang tiada
rindu buta aksara

Puluhan purnama lepas
ratusan putaran tuntas
kepakmu tak lantas bebas

Pujaku
rindu
dukaku
sama tinggi

Wasiat ini berpulang pada lelapku
Pada masa
jamaknya putaran duka tanpa pagi
tiba ujungnya
Rindu
nantikan aku dalam tapamu

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s