Serial (18): Kembali pada Pagi


(Terinspirasi dari serial drama Korea The Moon That Embraces The Sun)

Matahari menyayat nadi
demi apa yang Ia sebut pertiwi
Demikian titahnya
meninggi tanpa kaki
memeluk bulan sekehendak hati

Bulan menepikan napasnya
demi menebus dosa
Menanggalkan kepak hitam
dari punggungnya
demi apa yang Ia sebut cinta

Tidakkah suara-suara ini mengusik kita? Cinta yang mereka titippaksakan
di halaman
Isi perut langit
mati
pertiwi tak lagi membumi

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

9 thoughts on “Serial (18): Kembali pada Pagi

  1. Inilah Ane yang mau ikut berpartisipasi nongkrong, ngunjungin setia dan berkomentar.. Hehehehe.. :P

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s