Merelakanmu (Bukan) Untuk (Kamu) Yang Lain


Bila tawamu tak lagi surga,

dan pedulimu tak lagi sulut bahagia,

akankah kau menyebutku luka?

Selamanya,

kamulah awal dari obat luka,

kesekian kalinya bahagia.

Satu yang tak mudah dilupa,

meski tak (lagi) tersimpan dalam bilik yang sama.

Maafkan aku yang tak kuasa memberi jeda,

pada bahagia yang datang tetiba,

meminggirkan aku dari (semestinya) kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s