Terima Kasih untuk Kamu, Kamu, dan Kamu (1)


Terima kasih, kamu, karena selalu pergi,

dan kali ini mungkin tak kembali.

Rupa-rupanya kaupun tahu,

mana yang terbaik untuk seorang aku.

Terima kasih, kamu, yang membuatku badai, seketika.

Semesta benar tahu mana yang terbaik untuk kita.

Bersama, memang tak ada sejak semula.

Terima kasih, kamu, yang membahana tawa, tetiba.

Semesta belum menyiratkan hari depan.

Semoga, kita tak pernah (terlalu lama) bersebrangan.

Terima kasih, kamu, kesekian kalinya melintas isi kepala,

menegaskan luka yang mulai kuanggap maya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s