Menyambung Ujung Juli


Sebuah Kolaborasi Puisi yang ditulis oleh @meydianmey dan @penagenic

@meydianmey:
satu, dua, tiga tawa tak lekang dalam ingatan
porandanya malam dalam buaian
penyambung lidah fana dengan Tuhan

satu, dua, tiga letusan memburu jeda-jeda
ruang antara kami dan neraka
tangan kanan Tuhan masih dipenuhi cahaya

satu, dua, tiga derap membahana
memburu surga di sudut-sudut gerbong kereta tua
ratap, kutuk, doa, tak lagi beda serunya

satu, dua, tiga tawa kembali tawa
jelang surga yang serupa surga
ngeri dalam kepala sejenak terpinggirkan dalam dada
nyeri tak terlupa, mereka mengintai dari balik jendela

*

@penagenic:
dalam putaran yang kau hitung, puan
waktu seakan lumpuh
bersimpuh tepat pada angka yang melahirkan tanya

mengarat pada dingin yang tak pernah menyerah
membekukan akhir Juli yang kian menipis, lemah

sementara takdir, terlalu senang mengirim tangis bagi mata
menerkam setiap kemarahan yang tak pernah punya alasan

kenangan yang ditiriskan ingatan, masih menjadi tanya
apakah ini dosa?
atau himpitan mimpi yang belum ketemu jawabnya?

aku tergelitik dengan hitunganmu, puan
yang jatuh seperti doa-doa malam
tempat sujudku menyampaikan gelisah kepada Tuhan

kusepuh bersama airmata yang tak membicarakan kepergian
karena sebaiknya hidup, adalah melipat pertanyaan menjadi jawaban
kepada Tuhan, kita serahkan lembar demi lembar

[Mey] [@meydianmey]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s