Angan-Angan Angan (2)


Aku mengangankan bahana,

segala keluh dan kidung rongga dada,

segala semilir bersahutan di udara.

Aku merindunya.

 

Aku mengangankan masa yang jauh,

tempatmu malu-malu berlabuh;

berkubang rindu yang diam,

menanti kekalnya pejam.

 

Aku mengangankan semesta tanpa sabda,

tanpa tanya,

tanpa risau bergema.

Demikian, serupa merindumu yang tiada.

 

Aku mengangankan kita, menua,

pada sebangku kayu yang kaki-kakinya perlahan bergema.

Berceloteh bersama,

kidung anak cucu kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s