Terima Kasih untuk Kamu, Kamu, dan Kamu (2)


Terima kasih, kamu, kesekian-kalinya melintas isi kepala,

menegaskan luka yang mulai kuanggap maya.

 

Terima kasih, kamu, menjelma kawan di perhentian luka,

penutup sekian kalinya bahagia, semoga.

 

Terima kasih, kamu; bahagia yang datang tetiba,

membungakan percaya di sudut-sudut gelap rongga dada.

 

Terimakasih, kamu, setetes indah dalam cangkir air mata,

menunggu tumpah.

Indah tetap terbaca indah,

meski berkubang ayat gelisah.

 

Terima kasih, kamu, memberi perpanjangan waktu pada sabar,

meringankan beban rindu serupa serpih kelakar.

 

Terima kasih, kamu, menyelipkan sedikit hatimu dalam setiap sahur dan bukaku.

Terima kasih, menyempatkan indah menjenguk lesung pipiku.

 

Terima kasih, kamu,

setitik merah jambu dalam garis pendek kelabuku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s