Hujan Pukul Delapan


Air mata bulan luruh,

menggenang tapak-tapak penuh keluh.

Sabit-sabit kecil berkelahi,

pendarkan rasi,

serupa harmoni.

 

Masih ada saja namamu di sana,

di pelupuk genang air mata.

Bahkan selepas tapak disusupi malam,

bahana kecupmu tak pernah pejam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s