Ia, Menanam Kami untuk Mati


Bunga-bunga, serangga, dedaun cemara;

bersenda.

Jelang senja,

jelang musim gugur tiba,

jelang esok yang air mata.

 

Bunga-bunga sejenak menatap langit,

berharap matahari tak terbit.

Berserah pada rasa sakit,

semoga kemarau henti menjerit.

 

Bunga-bunga itu merunduk,

menunggu ditebasnya tengkuk.

Berserah pada petani,

yang menanam mereka untuk mati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s