Kisah Sepatu Kulit dan Pasir Pantai


Dua pasang tapak menapak dalam lengang.
Dua pasang tapak telanjang.
Dua pasang tapak menari jelang petang,
berkubang bulir keemasan serupa ranjang.

Dua pasang tapak menapak dalam lengang.
Anak-anak jemarinya mencicit riang.
Bernyanyi kidung sukacita,
merapal mantra-mantra,
berhajat bahagianya hari tua.

Dua pasang tapak menapak dalam lengang,
sejak embun rekah hingga senja berlinang.
Bulir-bulir emas menjelma saksi abadi,
dua pasang tapak memulai hari.
Sebagai awal dari selamanya,
sebagai akhir dari cukupnya usia.

[Mey] [@meydianmey]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s