Cintaku Lebih Lapang daripada Bentang Selangkang Pelangi


Selepas hujan pagi ini, di antara taman bunga dan kaki-kaki pelangi, semestinya tak perlu lagi memetik nyeri.

Namun kau berbeda, perihal nyeri, tak selalu ada kata semestinya, seperti bahagia yang tak akur dengan kata selamanya.

Lalu di mana pentingnya cinta? Kau kata, pada pagi, sebelum hujan hari. Setidaknya bahagia sempat terasa asli, meski sebatas ilusi, dan hanya sekali.

Mungkin kita benar telah tua. Pelangi menghilang dan senja nyalang. Apa yang bisa kita lakukan? Bertahan.

Bersabarlah sepanjang malam. Sebab esok pasti pagi. Kita berbahagia kembali, sambut kemungkinan hujan dan pelangi.

Tak perlu takut pada buah-buah nyeri. Jika tak kaupetik, mereka tak lebih melukai daripada bayangan kaki-kaki pelangi.

Kau tahu, ini tak semata perihal selangkang pelangi. Pandai-pandailah memilih petikan nyeri, relakan ketakutanmu menepi.

Sayang, cintaku lebih lapang daripada bentang selangkang pelangi, hingga seluruh doamu pun sanggup kuamini.

Sumber gambar: http://bit.ly/Y7ar10

[Mey] [@meyDM]

Iklan

5 thoughts on “Cintaku Lebih Lapang daripada Bentang Selangkang Pelangi

  1. selangkang pelangi? wow, what a unique words! Sebuah frasa yang tak terlintas di pikiran saya :)

  2. Terima kasih atas konten dan info yg menarik dan menginspirasi….thk u

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s