Tunggu Aku dan Jangan Kunci Pintu


Aku akan pulang, sayang
Saat satu, dua, tiga helai uban mulai bermunculan
Saat sepasang alis beranjak memutih nan menipis
Saat pangkal hidungmu lelah menopang tebalnya kacamata berlensa ganda

Aku akan pulang, sayang
Saat senja terbenam di ujung barat dan di sepasang dada kita
Saat kaki-kaki kecil kita tiba di masa yang dulu kausebut menua
Saat ibu jarimu gemetar, pun punggungmu meronta setelah membungkuk terlalu lama

Aku akan pulang, sayang
Dengan sebuket lili putih dan tiga ikat ilalang
Lili putih favoritmu dan ilalang penghalau mimpi burukmu
Aku akan pulang dengan sekeranjang tenang untuk kautanam dalam rindangnya rindumu.

Namun hari ini aku harus pergi
Bukan meninggalkanmu sendiri
Melainkan biar kau haru
Dengan cinta yang kaupilih seminggu lalu
Nanti, saat ia yang kaudamba tak lagi menginginkanmu
Aku akan pulang, sayang
Aku pasti pulang, sayang

Sumber gambar: http://bit.ly/UdArIC

[Mey] [@meyDM]

5 thoughts on “Tunggu Aku dan Jangan Kunci Pintu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s