0

Buah Karya Tuhan

Mengenalmu,

sebagianku beranjak kekal,

mengabai ajal,

buah karya Tuhan paling bengal.

Biar aku memelukmu,

sekali waktu,

sebelum pelangi seluruhnya biru.

 

Haruskah kenangan menjelma angin begitu dingin?

Buah karya Tuhan yang tak tersentuh ingin.

Beribu gagasan rumit,

menepikan rindu yang tak sedikit.

Kenang menyisa air mata,

tak terjamah tatap-tatap fana.

 

Buah karya Tuhan penepi pilu.

Sungging lengkung bibirmu,

(kembali) utuhkan aku.