0

Cantik? Seksi?

Buat saya, wanita yang cantik dan seksi itu bukan mereka yang bisa melakukan ini atau tidak melakukan itu, juga bukan mereka yang mengenakan ini atau tidak mengenakan itu. Cantik dan seksinya seorang wanita terlihat dari sorot mata, raut wajah, cara bicara, dan pola pikirnya. Kecantikan dan keseksian itu terpancar dari dalam diri, bukan dari ‘tempelan-tempelan’ di badan.

Wanita cantik dan seksi tahu apa yang mereka inginkan dalam hidup. Kaki-kaki kecilnya membentuk pola alir sendiri, khas, berkarakter, tidak mengikuti pola orang lain atau pola ‘default’ di masyarakat. Mereka menilai diri (juga lingkungan) dengan realistis. Selalu ada aura berani dan percaya diri terpancar dari hal-hal yang mereka lakukan untuk mencapai tujuan.

Selain itu, wanita cantik dan seksi (menurut saya) memiliki rasa ingin tahu yang luar biasa. Selalu ingin tumbuh dan berkembang, belajar hal-hal baru, ingin lebih bermanfaat dari hari ke hari, serta mampu mengelola saran dan kritik dari siapapun. Tak lupa, mereka yang cantik dan seksi adalah mereka yang bertanggung jawab, bersedia menerima konsekuensi dari segala hal yang sudah diperbuat.

Sekali lagi, cantik dan seksi itu bukan perkara bentuk tubuh, bukan perkara apapun yang kita kenakan, juga bukan perkara apa yang senang (atau tak senang) kita lakukan. Berbahagialah dengan apapun yang kita miliki, berusahalah menampilkan yang terbaik dari dirimu, jadilah bermanfaat, maka setiap wanita akan terlihat cantik dan seksi.

P.S. Mas @ladangsandiwara, menangin aku, ya! Ngahahahaha :p

[by @meyDM]

Iklan
2

Malaikat Bersayap Hitam

Dear Indra,

Ceritamu tentang impian membuatku teringat masa kecil. Aku pernah memimpikan 2 hal yang (hampir) mustahil. Mimpi pertama dimulai 11 tahun lalu. Aku, masih berusia 11 tahun saat itu, menonton Moulin Rouge, salah satu film favoritku sekaligus film musikal non-animasi yang pertama kutonton. Dalam film itu, Nicole Kidman berperan sebagai Satine, wanita penghibur nomor 1 di rumah hiburan Moulin Rouge yang jatuh hati pada seorang penulis muda. Ada satu adegan, Satine bergantung di ayunan, kemudian bernyanyi sambil terbang menyapa para penggemarnya di Moulin Rouge. Cantik sekali. Empat tahun kemudian, aku (dalam grup paduan suara SMA) bernyanyi di acara kelulusan kakak kelas. Saat itu, aku teringat Moulin Rouge dan mulai bermimpi. Suatu saat nanti, aku akan tampil di panggung megah, ditonton jutaan penggemar, duduk di ayunan, mengenakan kostum malaikat bersayap hitam, menyanyikan lagu Ave Maria, dan memukau para penonton. Kekanakan, ya? X’)

Mimpi keduaku, setelah lulus SMA, ingin jadi psikiater dan mendirikan LSM / yayasan / wadah apapunlah untuk konsultasi masalah perempuan, anak, dan keluarga. Apa daya, aku takut darah dan benda-benda berlendir (ketakutan ini belum kusebutkan di surat sebelumnya ya, hehe), tidak mungkin mendaftar ke fakultas kedokteran. Pupuslah, tetapi aku belum menyerah soal mimpi mendirikan LSM. Suatu saat nanti, pasti.

Soal nyinyirin selebtweet, masih ada, ya? Haha! Yah, satu perkara kan punya banyak sudut pandang untuk dibahas. Sudut pandang penyinyir, salah satunya :p

Buku-buku yang kausebut dalam surat belum (namun ingin) kubaca. Ibu sering ‘mengancam’, kalau aku terlalu banyak membeli buku, besok-besok aku makan kertas dan minum tinta saja. Jadi, kalau mau membeli buku, aku harus pandai-pandai memilih waktu agar tidak mengusik suasana hati Ibu. Ah, pasti kamu rindu Ibu, ya. Maaf ya, Indra :’)

Mulai kehabisan kata-kata? Mulai bosan? Tak apa, sekarang giliranku merintikkan gerimis romantis dan melukis pelangi dalam benakmu.

Sebagai penutup, kuucapkan Selamat Natal (yang sangat terlambat). Biar aku jadi alarm makanmu, anggap saja hadiah Natal (yang juga sangat terlambat) dariku. Pesanku, seringlah tersenyum, di dunia nyata (:

(Mey)

[by @meyDM]

Standar
2

Storybook Children (6): Bertukar Isi Kepala

(Terinspirasi dari kisah Spongebob Squarepants)

Bahu yang kokoh
menyembunyi raut pasimu
melapuk ditelan jaman

Cemburukah kau pada pagi?
Berdamailah
setia berkawan matahari

Tunduklah!
Palingkan raut pasimu!
Semesta ini sarat gemerlap
aku tak hendak bertukar tempat

Saling menggelitik di titik nol
Jemariku, jemarimu
berlainan masa temu

“Mari bertukar tempat”
parau bisikmu
terpantul-pantul

Posted from WordPress for BlackBerry.