0

Ini Bukan Doa, Tuan…

Dear Indra,

Untuk ukuran seseorang yang menyebut dirinya pendiam, entah mengapa, aku merasa kau (seperti) selalu (ingin) menulis banyak hal dalam suratmu, banyak pemandangan indah. Dan untuk seorang aku, sedikit sekali pemandangan yang bisa kulukis untukmu, pemandangan yang itu-itu saja. Kalau bukan karena hobi surat-menyurat yang kautularkan ini, entah kapan akan kusadari hidupku tak lagi menumpang di bangku-bangku jet coaster yang dinamis dan mendebarkan. Hidupku sudah tenang di pangkuan bianglala, duduk tenang, bergerak perlahan, dan melihat pemandangan indah yang itu-itu saja.

Lagu ya… Ada 1 lagu yang sering kudengarkan akhir-akhir ini, judulnya “Distance” dari Christina Perri & Jason Mraz.

Please don’t stand so close to me, I’m having trouble breathing

I’m afraid of what you’ll see, right now

I’ll give you everything I am

All my broken heartbeats until I know you’ll understand

Ini memang bukan doa, ini luka dan kecemasan, seperti itulah cinta, bagiku…

(Mey)

Iklan
0

Terima Kasih untuk Kamu, Kamu, dan Kamu (1)

Terima kasih, kamu, karena selalu pergi,

dan kali ini mungkin tak kembali.

Rupa-rupanya kaupun tahu,

mana yang terbaik untuk seorang aku.

Terima kasih, kamu, yang membuatku badai, seketika.

Semesta benar tahu mana yang terbaik untuk kita.

Bersama, memang tak ada sejak semula.

Terima kasih, kamu, yang membahana tawa, tetiba.

Semesta belum menyiratkan hari depan.

Semoga, kita tak pernah (terlalu lama) bersebrangan.

Terima kasih, kamu, kesekian kalinya melintas isi kepala,

menegaskan luka yang mulai kuanggap maya.