7

#13HariNgeblogFF ~ Bales Kangenku Dong!

DUK!!!

“Aduhhh!”

“Aduh maaf, Ma. Ternyata Mama sembunyi di sini. Maaf, ya. Papa tadi buru-buru, nggak tahu ada Mama lagi sembunyi. Maaf ya, Ma.”

“Nggak apa-apa, Pa. Bisa ketemu Papa aja, Mama udah seneeeng banget. Mama kan kangen Papa…”

“Papa juga kangeeen banget sama Mama…”

“Pokoknya malem ini kita nggak boleh gagal, Pa. Harta yang disimpen di dapur itu harus kita curi! Oke, Pa?”

“Betul, Ma! Ayo kita masuk, jendelanya kebuka sedikit tuh!”

Sepasang suami istri tersebut berhasil memasuki dapur. Perlahan mereka mengendap-endap mendekati tempat persembunyian harta yang tengah diincarnya. Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekat.

“PA!!! KITA KETAHUAN, PA!!! LARI!!!”

“AAAAAAK!!!”
***

“KANIAAA!!! SISA KUEMU DIKERUBUTIN SEMUT!!! AYO CEPAT BERSIHKAN!!!”

[Mey] [@meyDM]

Iklan
2

Akulah, Penikmat Pesta Rakyat

Bergumul pesta rakyat nan riuh bahana, gigilku tak lagi utuh.

Derap kuda lumping injak tengkuknya.

Duri-duri lecut pecut cabik tempurung lututnya.

Bulir-bulir hujan rajai lesung pipinya, pipi yang beranjak kumuh.

Ya, akulah penikmat pesta rakyat.

Yang kesumat.

Dengung ketipung urung limbung kala takbir beranjak dekat.

Ya, akulah penikmat pesta rakyat.

Yang keparat.

Geliat kerbau gila dan pekik-pekik perawan belia, luruhkan iman yang mulai lekat.

Ya, akulah penikmat pesta rakyat.

Yang sekarat.

Coba hirup aroma luka menguar bersama hujan, coba reguk teduhnya payung-payung pelaminan, sebelum napas kalian cekat.

Ya, akulah penikmat pesta rakyat.

Yang melarat.

Tak terselamatkan, tak sebiji jagungpun terselamatkan, wahai anakku.

Tak terkecuali ibumu.

 

Sumber gambar: http://sphotos-a.xx.fbcdn.net/hphotos-ash4/390814_10150456159012477_1058663846_n.jpg