0

Salah Satu Epilog Favoritku (:

Ketika angin berhembus, biarkan daun-daun bergoyang.
Aku yakin akan tiba masanya angin berhenti berhembus.
Ketika hujan turun, berkumpulah dengan para sahabat. Kau tak sendiri.
Ketika cinta datang, jatuh cintalah.
Dan ketika cinta pergi, biarkan ia pergi.
Ketika kau mampu menerima kenyataan yang tidak dapat kau ubah, cinta lain akan datang.
Waktu yang penuh dengan kecemburuan telah habis.
Hari ini adalah yang paling berharga.
Mengakui bahwa aku mencintaimu, mungkin akhirnya sekarang aku dapat berbahagia.

This is my favorite quote from “Still Marry Me” (TV series).

Sumber gambar:
http://bit.ly/TMlfTE
http://bit.ly/WCAf3c

[Mey] [@meyDM]

0

Andai Ibuku Seorang Penyair, Kata-Kata ini tak Melulu Tersangkut di Ujung Bibir

Berbulir-bulir air mata dan keping demi keping kesedihan, pernah kukumpulkan lalu kutabung dalam akuarium kaca raksasa
Belasan tahun ini, biar yang kautatap cukup tawaku saja, dan yang kudekap biar sekadar lara, pun bayang punggungmu yang senantiasa mengundang luka

Tempias tengkukmu di bantalku
Kepul hangat teh hitam favoritmu
Aroma hangus tembakau dan semilir dengkurmu nan sengau
Segala kenang terekam dalam pita-pita memori
Diputar dan ditayangkan setiap hari
Dalam layar maya yang terbentang di penjuru tatapku
Segala kenang yang tak benar-benar terlihat, namun terasa ada
Berlainan denganmu, benar-benar terlihat, namun selalu terasa tiada

Ya,
Andai ibuku seorang penyair, kata-kata ini tak melulu tersangkut di ujung bibir

Andai ibuku seorang penulis, surga boleh jadi mendekat setapak demi setapak seiring deras tangis

[Mey] [@meydianmey]