0

Kisah Bocah Penggila Pelangi

Aku selalu berjalan memutar, berbalik, menuju suatu saat
Menjadi duri terasa ada sekerat nikmat
Hanya saja, kini tak lagi ada daging tertusuk
Usah cemaskan luka menanti busuk

Tahukah kau, Sayang
Aku mencintaimu, serupa bocah menggilai pelangi, memang
Dari jauh, terpampang keindahan
Dari dekat, puing-puing harapan
Dari titik nol, ketiadaan

Sumber gambar: @McXoem

[Mey] [@meyDM]

Iklan
0

Kisah Sepatu Kulit dan Pasir Pantai

Dua pasang tapak menapak dalam lengang.
Dua pasang tapak telanjang.
Dua pasang tapak menari jelang petang,
berkubang bulir keemasan serupa ranjang.

Dua pasang tapak menapak dalam lengang.
Anak-anak jemarinya mencicit riang.
Bernyanyi kidung sukacita,
merapal mantra-mantra,
berhajat bahagianya hari tua.

Dua pasang tapak menapak dalam lengang,
sejak embun rekah hingga senja berlinang.
Bulir-bulir emas menjelma saksi abadi,
dua pasang tapak memulai hari.
Sebagai awal dari selamanya,
sebagai akhir dari cukupnya usia.

[Mey] [@meydianmey]

0

Storybook Children (7): Merindu Jendela

(Terinspirasi dari kisah anak-anak Rapunzel)

Fantasi ini kerontang, merambat ambang menara terlarang. Sarat retak, merapati kerak. Saksi bisu langit pagi, diterkam matahari.

Biar sunyi menjelma alas tidurmu, kala semilir bayu menjejak pintu. Tanpa raja penista beku, tanpa ratu kawan lelapmu.

Secangkir berkah dari lengan-lengan ganjil malaikat, mengunci-mati cahaya dalam cekat. Fantasimu, lelapmu, merindu jendela; merdeka.