2

Buka Bungkusnya!

Dear Indra,

Surat ini tak berisi kata-kata manis seperti yang kautulis kemarin. Kadang, kalimat-kalimat indah dicukupkan Tuhan untuk dinikmati saja, atau aku yang tak mampu membalasnya. Entahlah…

Surat ini teramat singkat, sesingkat usia manusia di dunia. Sengaja tak kuperpanjang, agar hari ini kau tak melulu membaca duka.

Surat ini berisi hadiah, 1 lagu pengantar tidur, terbungkus kertas kado warna apapun yang kausuka. Bayangkan saja dalam kepalamu, perlahan bungkusnya kaubuka, lalu nada-nada berlompatan merimbunkan hutan batinmu. Nikmati hadiahku setiap malam sebelum pejam. Semoga mimpimu indah selalu. Semoga pagimu hangat selalu.

(Mey)

N.B. Ini hadiahmu!

Iklan
2

Malaikat Bersayap Hitam

Dear Indra,

Ceritamu tentang impian membuatku teringat masa kecil. Aku pernah memimpikan 2 hal yang (hampir) mustahil. Mimpi pertama dimulai 11 tahun lalu. Aku, masih berusia 11 tahun saat itu, menonton Moulin Rouge, salah satu film favoritku sekaligus film musikal non-animasi yang pertama kutonton. Dalam film itu, Nicole Kidman berperan sebagai Satine, wanita penghibur nomor 1 di rumah hiburan Moulin Rouge yang jatuh hati pada seorang penulis muda. Ada satu adegan, Satine bergantung di ayunan, kemudian bernyanyi sambil terbang menyapa para penggemarnya di Moulin Rouge. Cantik sekali. Empat tahun kemudian, aku (dalam grup paduan suara SMA) bernyanyi di acara kelulusan kakak kelas. Saat itu, aku teringat Moulin Rouge dan mulai bermimpi. Suatu saat nanti, aku akan tampil di panggung megah, ditonton jutaan penggemar, duduk di ayunan, mengenakan kostum malaikat bersayap hitam, menyanyikan lagu Ave Maria, dan memukau para penonton. Kekanakan, ya? X’)

Mimpi keduaku, setelah lulus SMA, ingin jadi psikiater dan mendirikan LSM / yayasan / wadah apapunlah untuk konsultasi masalah perempuan, anak, dan keluarga. Apa daya, aku takut darah dan benda-benda berlendir (ketakutan ini belum kusebutkan di surat sebelumnya ya, hehe), tidak mungkin mendaftar ke fakultas kedokteran. Pupuslah, tetapi aku belum menyerah soal mimpi mendirikan LSM. Suatu saat nanti, pasti.

Soal nyinyirin selebtweet, masih ada, ya? Haha! Yah, satu perkara kan punya banyak sudut pandang untuk dibahas. Sudut pandang penyinyir, salah satunya :p

Buku-buku yang kausebut dalam surat belum (namun ingin) kubaca. Ibu sering ‘mengancam’, kalau aku terlalu banyak membeli buku, besok-besok aku makan kertas dan minum tinta saja. Jadi, kalau mau membeli buku, aku harus pandai-pandai memilih waktu agar tidak mengusik suasana hati Ibu. Ah, pasti kamu rindu Ibu, ya. Maaf ya, Indra :’)

Mulai kehabisan kata-kata? Mulai bosan? Tak apa, sekarang giliranku merintikkan gerimis romantis dan melukis pelangi dalam benakmu.

Sebagai penutup, kuucapkan Selamat Natal (yang sangat terlambat). Biar aku jadi alarm makanmu, anggap saja hadiah Natal (yang juga sangat terlambat) dariku. Pesanku, seringlah tersenyum, di dunia nyata (:

(Mey)

[by @meyDM]

5

Sambar Aku!

Dear Indra,

Aku penyuka film / serial drama sekaligus thriller, juga penggemar musik ballad sekaligus rock. Kira-kira seperti malaikat dan iblis dalam 1 tubuh, aku ini kontradiktif. Jadi, aku masih bisa dan dengan sangat senang hati menemanimu menonton film action atau thriller nanti. Haha.

Aku belum pernah mengunjungi tumblr-mu. Penasaran. Apa alamatnya? Sampah bagi penulis sebaik kamu, bisa jadi harta buat orang lain :p

Kemarin aku bilang sudah memikirkan sesuatu untuk kutulis dalam suratku berikutnya, kan? Aku menyiapkan hadiah. Potongan salah satu lagu favoritku, judulnya Thunder dari Boys Like Girls. Aku suka sekali versi akustiknya.

Your voice was the soundtrack of my summer
Do you know you’re unlike any other?
You’ll always be my thunder, and I said

Your eyes are the brightest of all the colors
I don’t wanna ever love another
You’ll always be my thunder

So bring on the rain
And bring on the thunder

 

Perjalanan kita masih panjang. Aku akan melukis pelangi di sisi kananmu dan menggamit lengan kirimu. Tidak boleh ada lagi badai dan belukar berbiak di sisa jalan kita.

 

(Mey)

0

Ini Bukan Doa, Tuan…

Dear Indra,

Untuk ukuran seseorang yang menyebut dirinya pendiam, entah mengapa, aku merasa kau (seperti) selalu (ingin) menulis banyak hal dalam suratmu, banyak pemandangan indah. Dan untuk seorang aku, sedikit sekali pemandangan yang bisa kulukis untukmu, pemandangan yang itu-itu saja. Kalau bukan karena hobi surat-menyurat yang kautularkan ini, entah kapan akan kusadari hidupku tak lagi menumpang di bangku-bangku jet coaster yang dinamis dan mendebarkan. Hidupku sudah tenang di pangkuan bianglala, duduk tenang, bergerak perlahan, dan melihat pemandangan indah yang itu-itu saja.

Lagu ya… Ada 1 lagu yang sering kudengarkan akhir-akhir ini, judulnya “Distance” dari Christina Perri & Jason Mraz.

Please don’t stand so close to me, I’m having trouble breathing

I’m afraid of what you’ll see, right now

I’ll give you everything I am

All my broken heartbeats until I know you’ll understand

Ini memang bukan doa, ini luka dan kecemasan, seperti itulah cinta, bagiku…

(Mey)

7

#13HariNgeblogFF ~ Sambungan Hati Jarak Jauh

From: inp_1966@yahoo.com
To: yeahyeah666@yahoo.com
Date: Dec 10, 2012
Subject: Re: Rock rock rock!

Oke! Kucarikan dulu filenya ya!

—Original Message—
From: yeahyeah666@yahoo.com
Date: Dec 9, 2012
To:
Subject: Rock rock rock!

Mas, koleksi albumnya Journey nggak? Aku ngopilah kalau punya, hehe.

“Asiiiiik! Semoga koleksi Mas Wawan lengkap! Haha,” batinku sambil mematikan komputer. Aku mengenalnya dari milis penyuka lagu-lagu classic rock. Meski usianya sebaya ayahku, jiwa muda Mas Wawan memaksaku memanggilnya “Mas”. Unik benar Mas Wawan ini. Ah, aku tak sabar menanti kabar selanjutnya. Sudah hampir tengah malam, lebih baik aku tidur saja. Semoga besok ada kabar baik dari Mas Wawan.
***

From: yeahyeah666@yahoo.com
To: inp_1966@yahoo.com
Date: Dec 13, 2012
Subject: Journey!

Mas, minggu depan aku ke Jakarta. Kita ketemuan aja ntar, sekalian ngopi-ngopi Journey. Ngga usah dikirim CD-nya, hahaha. Oke?

“Jo, Bejo,nanti dulu! Jangan dikirim dulu paketnya, nggak jadi,” ujarku pada Bejo, tukang kebunku. Tadinya, ia kusuruh mengirim paket CD Journey untuk Dani, pemuda yang kukenal melalui milis classic rock di yahoogroups. Siapa sangka ada pemuda yang menggemari classic rock sekaligus Arema sepertiku. Andai dulu aku punya anak laki-laki. Ah sudahlah, saatnya kembali ke kantor.
***

From: inp_1966@yahoo.com
To: yeahyeah666@yahoo.com
Date: Dec 19, 2012
Subject: Re: Bentar lagi JKT

So, you’re girl? Who cares? Haha! Oke, Jumat malem ya! Cari aja bapak-bapak muda yang pake jaket kulit coklat sama sepatu kets biru ntar, hahaha. Get ready for the Journey!

—Original Message—
From: yeahyeah666@yahoo.com
Date: Dec 18, 2012
To:
Subject: Bentar lagi JKT

Mas, aku nyampe Jakarta Kamis sore. Gimana kalo jumat abis isya kita ketemu di kafe tempat anak-anak milis biasa kopdar? Tempat yang dulu kita sempet nggak ketemu itu lho. Oiya, anyway, sebetulnya aku ini perempuan, Mas. Hehe. Yah, biar ngga diisengin sama anak milis, makanya aku ngga ngaku. Jadi, ntar jangan kaget ya! Haha!

Ah, andai putriku sedikit saja lebih mirip Dani, takkan sebegitu mudah kuserahkan hak asuh pada ibunya. Dani, atau entah siapa nama sebenarnya, tinggal di Malang. Gadis, putriku, juga tinggal di Malang dengan ibunya. Lain waktu aku akan ke Malang, gantian mengunjungi Dani di sana, sekalian menengok Gadis.
***

“Akhirnya, sampai juga di kafe ini. Semoga Mas Wawan nggak jengkel gara-gara aku telat,” gumamku dalam hati. Aku melihatnya, seorang laki-laki dengan jaket kulit coklat dan sepatu kets biru, duduk memunggungiku.

“Hei Mas Wawan!” kutepuk bahunya perlahan. “Sori telat, ya. Tadi macet banget, terus… Eh… Papa? PAPA?!”

“Gadis? Jadi kamu? Dani?”

[Mey] [@meyDM]

0

Love Letter I

Dear Cinta,

Mungkin sekarang kau sedang tidur. Hari ini hujan dan muram. Pasti kau malas keluar rumah. Seperti kebiasaanmu selama ini, sambil mendengar lagu favoritmu, Jason Mraz – A Beautiful Mess.

Jason Mraz

(Our favorite singer, at that time)

Maaf aku tak bisa menemanimu di rumah. Kau tahu aku punya kebiasaan buruk sukar mengingat jalan (jangan tertawa!). Tetapi aku di sini, berdiri menatap ke luar jendela, berharap angin meniupkan sejuk di antara muramnya suasana hatimu.

Beberapa malam lalu, aku memimpikanmu. Kau duduk di sampingku, di ruang kelas kita yang biasa. Entah mengapa, kau hanya memandangku dan terdiam. Apa artinya, Cinta?

Hmmm, sudah malam, Cinta. Aku perlu mandi dan makan malam. I’ll see you tomorrow.

With Love,

Cinta

 

Sumber gambar: http://coverlaydown.com