2

Akulah, Penikmat Pesta Rakyat

Bergumul pesta rakyat nan riuh bahana, gigilku tak lagi utuh.

Derap kuda lumping injak tengkuknya.

Duri-duri lecut pecut cabik tempurung lututnya.

Bulir-bulir hujan rajai lesung pipinya, pipi yang beranjak kumuh.

Ya, akulah penikmat pesta rakyat.

Yang kesumat.

Dengung ketipung urung limbung kala takbir beranjak dekat.

Ya, akulah penikmat pesta rakyat.

Yang keparat.

Geliat kerbau gila dan pekik-pekik perawan belia, luruhkan iman yang mulai lekat.

Ya, akulah penikmat pesta rakyat.

Yang sekarat.

Coba hirup aroma luka menguar bersama hujan, coba reguk teduhnya payung-payung pelaminan, sebelum napas kalian cekat.

Ya, akulah penikmat pesta rakyat.

Yang melarat.

Tak terselamatkan, tak sebiji jagungpun terselamatkan, wahai anakku.

Tak terkecuali ibumu.

 

Sumber gambar: http://sphotos-a.xx.fbcdn.net/hphotos-ash4/390814_10150456159012477_1058663846_n.jpg

0

Andai Ibuku Seorang Penyair, Kata-Kata ini tak Melulu Tersangkut di Ujung Bibir

Berbulir-bulir air mata dan keping demi keping kesedihan, pernah kukumpulkan lalu kutabung dalam akuarium kaca raksasa
Belasan tahun ini, biar yang kautatap cukup tawaku saja, dan yang kudekap biar sekadar lara, pun bayang punggungmu yang senantiasa mengundang luka

Tempias tengkukmu di bantalku
Kepul hangat teh hitam favoritmu
Aroma hangus tembakau dan semilir dengkurmu nan sengau
Segala kenang terekam dalam pita-pita memori
Diputar dan ditayangkan setiap hari
Dalam layar maya yang terbentang di penjuru tatapku
Segala kenang yang tak benar-benar terlihat, namun terasa ada
Berlainan denganmu, benar-benar terlihat, namun selalu terasa tiada

Ya,
Andai ibuku seorang penyair, kata-kata ini tak melulu tersangkut di ujung bibir

Andai ibuku seorang penulis, surga boleh jadi mendekat setapak demi setapak seiring deras tangis

[Mey] [@meydianmey]

0

Mommy vs Daddy

My mommy remembers every details about me. All those little things I might dislike. That’s why she knows every supplement I must take when I’m unhealthy. She knows what kind of clothes that suit my curvy body. She knows how I love cheese and chickens so well that she always serves them on the table when it comes to my birthday.

My daddy remembers all the happy stuffs until the first 10 years of my life. That’s why he always buy junkfood, ice creams, and tarts, he makes sure they’ll always be safe in the fridge.

However, I love them both (:

Posted from WordPress for BlackBerry.

0

Love Letter II

Dear Cinta,

Mungkin sekarang kau sedang tidur. Mungkin juga belum. Entahlah, mendadak aku ingin mengirim surat untukmu.

Bagaimana kabarmu di sana? Semuanya lancar? Kau tak sedang bermasalah, kan?

Hmm… Cukup seulas senyum saja sudah cukup membuatku lega. Setidaknya kau baik-baik saja. Terawat dengan baik di sana.

Baru saja aku memimpikan Ayah. Kami duduk bersama di sofa, menonton pertandingan sepak bola favorit kami sambil makan lumpia mini. Kami tertawa dan bersorak bersama. I think I miss him..

Hari ini, sepanjang hari aku tertawa, bersenang-senang bersama sahabat. Aku senang, senang sekali. Hanya, ada sedikit perasaan aneh. Entahlah, sepertinya aku teringat ayah dan ibu.

Rasanya aneh. Di satu sisi aku tertawa dan bersenang-senang sepanjang hari, sementara di sisi lain, orang-orang yang kusayangi sedang berjuang keras.

Tak bahagiakah mereka? No, they’re happy,very much.

Apa mereka tak pernah bersenang-senang? No, they always had their good times with their own way of thinking.

Jadi apa yang membuatku merasa aneh? Hmm… Ada sedikit perasaan bersalah saat aku menyadari, di sini aku sering sekali bersenang-senang tanpa tujuan yang jelas sementara di sana orangtuaku sedang berjuang keras dan tetap bisa menikmati hidup mereka.

Mereka berjuang demi hal-hal yang mereka anggap penting dengan cara mereka sendiri, sementara aku? Apa yang sudah kuperbuat di sini, Cinta? Just having fun. What a miserable thing…

Aku juga ingin berjuang, berjuang bersama mereka demi hal-hal yang kuanggap penting dengan cara yang kupilih sendiri. I’m their only daughter, for God’s sake.

Cinta, aku lelah. Kurasa aku butuh berbaring sejenak lagi. Sampai berjumpa lagi, entah kapan…

With Love,

Cinta…

 

Sumber gambar: http://senoritaglamourista.blogspot.com