0

Separuh Wajahmu Selalu Menemukanku

Aku mengenang separuh wajahmu dalam ingatan

Bersama tempias pendar lampu yang kaucuri di setiap tikungan

Alangkah remang jelmaan surga paling sederhana, katamu

Di dalamnya, jemari kita riuh beradu

 

Memandang separuh wajahmu selalu membangkitkan bebait janggal

Menunggu ditumpahkan selepas air mata ini tanggal

Dalam layar putih, kau termangu

Kadang memandangku, lain waktu memandang kenanganku

 

Separuh wajahmu beradu dengan asap dan tudung tebal

Menyisa harum kenang penghangat bantal

Pantas saja, tidurku tak nyenyak

Tersengat bau tengkukmu, lelapku retak

 

Separuh wajahmu memanjang di kaki senja

Mungkin matahari bosan melukis bayang-bayang kita

Ia memilih benam, menuju remang

Tanpa tahu, di dalamnya tersembunyi surga kita yang hilang

 

Separuh wajahmu tampak kerap mengakrabi keremangan

Mungkin, di sanalah kau menemukanku, kau mengkhianati rembulan

Separuh wajahmu selalu meninggalkanku

Lain waktu, ia mengejar waktu, lagi-lagi menemukanku

0

Potongan Tubuhmu dalam Kamar Rahasiaku

Kusingkirkan di balik kelambu,
lengkung bibirmu yang mengundang pilu,
biar tak melulu rindu.

Kuselipkan di bawah bantal,
sekantung wewangi rambutmu yang ikal,
biar hadirmu niscaya kekal.

Kulekatkan pada langit-langit,
kekar bahumu yang menyamai bulan sabit,
biar fajar gemetar dan enggan terbit.

Kugantungkan dalam lemari kayu,
biar kecupmu menyanding kamper biru,
hangatkan helai-helai pendekap tengkukku.

Kurapatkan di bawah ranjang,
isi rongga dadamu yang telanjang,
temani lelapku selepas jingga menghilang.

[Mey] [@meydianmey]